NGENTOT DI RUMAH ORANG TUA dan GAIRAH SEX WANITA BERJILBAB, Update 2023 – jose-goncalves.com
Mon. Jan 30th, 2023

NGENTOT DI RUMAH ORANG TUA dan GAIRAH SEX WANITA BERJILBAB

Cerita Seks Panas – aku akan menceritakan cerita mesum yang ku alami sehingga aku tulis dalam sebuah cerita bokep. Kita mulai saja ya cerita nakal ini. Namaku Irma tapi biasa dipanggil I’in oleh orang di rumah, Aku sulung dari 4 bersaudara yang semuanya perempuan. Saat ini usiaku 34 tahun dan adik bungsuku Tita 21 tahun. Aku sangat menjaga bentuk tubuhku, dengan tinggi badan 167 cm dan berat badan 59 kg, tidak ada yang menyangka kalau aku sudah memiliki 2 orang anak yaitu Echa 6 dan Dita 3 tahun. Kalau kata suamiku, teman-temannya sering memuji tubuhku, terutama pada bagian pinggul dan tetekku yang berukuran 34B hingga terlihat sangat seksi jika sedang mengenakan baju yang pressed body.  Percumbuanku dengan Hasan terus berlanjut tanpa pernah ada halangan yang benar-benar mengganggu,  seperti jika suamiku datang dari kota tempat dia bekerja, atau “tamu” wanita yang datang rutin tiap bulannya. Setiap kali bercumbu dengannya aku selalu mendapatkan kenikmatan orgasme yang tak terhingga, mulai dari gaya yang baru sampai tempat-tempat yang selama ini tak pernah kukira akan dapat melakukan hubungan sex di sana hingga itu membuatku semakin merasa terikat dan sulit untuk dapat lepas darinya. 

Salah satu tempat yang sangat berkesan olehku adalah saat kami berdua melakukannya di rumah orang tuaku. Itu semua berawal dari keberangkatan kedua orang tuaku kekota Bpp karena ada keluarga yang akan menikah, rencananya mereka akan menginap satu malam di sana. Atas permintaan Tita, aku dan kedua anakku diminta bermalam karena dia takut kalau harus sendirian. Selain itu atas izin ayah kami, Hasan diminta Tita untuk bermalam dan keberadaanku di sana bertindak untuk menjaga kalau sampai mereka kelepasan.  Ternyata Hasan memiliki kejutan yang dia persiapkan begitu mendengar kalau aku juga akan ikut bermalam di sana. Malam itu sekitar jam 20:10, kami baru saja selesai makan malam. Setelah menyikat gigi, aku menidurkan kedua anakku di kamar yang dulu kutempati. Setelah 10 menit aku yakin kalau kedua anakku telah tertidur pulas, aku mematikan lampu dan keluar pelan-pelan dari kamar itu. Saat sampai di depan TV aku mencari Tita, tapi dia tidak ada di sana sementara Hasan sedang asyik di sofa sambil tidur-tiduran di sana. Lalu aku mencarinya di dapur, kuketuk pintu WC, di sana tidak ada juga. Akhirnya aku kembali ke ruang tengah.  “Geser dikit San. . Kamu lihat Tita nggak. . ?” tanyaku padanya. 

“Sudah tidur Kak. .” jawab Hasan sambil duduk.  “Tumben sudah pulas jam segini. . Biasanya juga jam 10? komentarku.  Hasan tersenyum mendengar perkataanku, lalu dia merapatkan posisi duduknya ke tubuhku. Sementara matanya menatap tajam ke arahku dari atas sampai ke bawah. Walau tahu sedang dipelototi aku pura-pura cuek sambil menonton TV.  Malam itu aku mengenakan T-shirt tipis tanpa lengan yang lebih mirip singlet warna putih dengan dalaman BH warna hitam. T-shirt itu agak longgar, tapi tidak dapat menyembunyikan bentuk lekukan yang menonjol di dadaku. Tipisnya kain T-shirt dan BH yang kupakai membuat bentuk puting tetekku secara samar bisa terlihat. Dengan belahan dada T-shirt yang rendah membuat kedua tetekku akan terlihat dengan jelas jika sedang membungkuk sedikit saja.  Bawahanku adalah celana ketat selutut yang juga warna putih. Celana ketat itu memamerkan keindahan garis tubuhku pada bagian bawah. Lekukan pinggul dan pantatku yang sekal tercetak secara nyata di celana yang kukenakan saat itu. Sebenarnya aku memakai semua itu untuk menyenangkan Hasan, tapi aku tak mau mengatakannya karena aku sengaja ingin membuatnya menjadi panas dingin.

Baca Juga Cerita Bokep Seks : ML DENGAN MODEL CANTIK dan NGENTOT ADIK IPAR LEBIH NIKMAT KETIMBANG ISTRI SENDIRI

Selain itu aku tak ada rencana untuk bercinta dengannya
karena kondisi yang kurang mendukung, apa mau dikata rencana tinggal
rencana.  “Kakak seksi banget malam ini.
. Aku jadi terangsang nih” bisik Hasan di telingaku sebelah kiri.  “Jangan San. . ini di rumah ayah. .” aku
menolak sambil mendorong dadanya dengan kedua tanganku.  “Nggak apa Kak. . Toh mereka juga nggak bakal
tahu. .” kata Hasan sambil meremas tetekku. 
“Mmmh. . Tapi. . Ada. . Tita di kamar. . Kalo dia. . Akkh. . Bangun. .
Gimana. . ?” ujarku sambil mencoba menahan kedua tangannya yang mencoba
menelusup ke dalam T-shirt yang aku kenakan. 
“Tenang aja Kak. . Aku udah masukin obat tidur ke dalam teh yang dia
minum tadi. . Kalo kakak nggak mau. . Aku tidur sama Tita aja dah. .”  Mendengar perkataannya itu, aku kaget bukan
kepalang. Selain masalah obat tidur, aku takut kalau Hasan akan benar-benar
meniduri Tita malam ini. Selang beberapa waktu aku tenggelam dalam
pikiranku,  dan saat aku sadar ternyata
tubuhku bagian atas tinggal tertutup oleh BH yang kaitannya telah  terlepas. 
“Oke San. . Kakak mau. . Tapi jangan disini. .” pintaku pada Hasan.  “Terserah kakak aja. .” kata Hasan sambil
menghentikan kegiatannya.  “Setengah jam
lagi kamu masuk ke kamar. . Kakak mau siap-siap dulu. .”  Hasan mengangguk, lalu mengangkat tubuhnya
yang sedang menindihku yang sudah setengah telanjang.  Setelah mengenakan kembali BH dan T-Shirt
yang tadi dipreteli oleh Hasan, aku langsung berdiri. Saat hendak melangkah,
tiba-tiba Hasan merangkul pinggulku, kepalanya langsung tenggelam di pangkal
pahaku sementara kedua tangannya meremas pantatku.

Aku mendesah saat merasakan lidahnya yang menusuk-nusuk
celana tipis yang kukenakan. Selang 5 menit kemudian Hasan melepaskan tubuhku
dan membiarkan aku berjalan ke kamar. 
Masuk ke kamar orang tuaku, pintu langsung kututup dan kulepaskan semua
kain yang melekat di tubuhku kemudian dengan setengah berlari aku masuk ke
toilet yang terdapat di kamar tersebut. Kuambil sabun sirih khusus untuk
membersihkan alat vital wanita lalu kubersihkan kelaminku dengan sabun
itu.  Sekitar sepuluh menit kemudian aku
keluar dan langsung duduk di meja rias ibuku. Kuperhatikan tubuhku di cermin,
sepasang tetek berukuran 34B yang montok dan kenyal menggelantung indah dan
menggairahkan. Kuturunkan mataku ke bawah, memekku yang merah terlihat dengan
jelas tanpa terganggu oleh rambut kemaluan yang baru tumbuh pendek. Itu karena
beberapa hari yang lalu rambut itu telah dicukur habis oleh suamiku.  Kuambil parfum khusus wanita milik ibu dan
kusemprotkan ke beberapa bagian tubuh. Seluruh bagian leher, ketiak, tetek,
perut dan paha. Semua itu adalah bagian tubuh yang biasa dijilat Hasan jika
sedang mencumbuku. Tanpa mengenakan dalaman, kukenakan kimono tidur milik ibuku
dan mengikat tali di pinggangnya. Kukecilkan volume cahaya kamar agar menjadi
lebih romantis. Saat akan bercinta dengan suami saja aku tak pernah melakukan
persiapan seperti saat itu, Hasan benar-benar telah membiusku.  Setelah itu aku naik ke atas kasur. Kupeluk
guling sambil menunggu Hasan masuk, aku merasa deg-degan seperti saat melalui
malam pertamaku dengan suami.

Selang beberapa waktu kemudian kudengar pintu kamar diketuk,
kupejamkan mata sambil bergulung ke arah kanan. Kemudian terdengar suara pintu
dibuka lalu ditutup kembali, suara langkah kaki terdengar mendekat ke arahku.
Hasan memanggil-manggil namaku, tapi aku pura-pura tertidur dan tak
menjawabnya.  Kurasakan kasur agak
bergerak, rupanya Hasan sudah naik ke atasnya. Tangannya menyentuh bahuku dan
menggoyangnya, aku masih berpura-pura tertidur. Kemudian dia mengubah posisi
tubuhku dengan menelentangkannya, guling yang sedang kupeluk diambilnya.
Setelah itu terasa tali kimonoku ditariknya, dan saat Hasan membuka kimono yang
kukenakan, hawa dingin ruangan menyengat tubuhku bagian depan. Tak ada gerakan
setelah itu, tapi aku yakin kalau saat ini Hasan sedang memandangi tubuhku
bagian depan yang sudah terbuka lebar. 
Selama beberapa saat aku tidak merasakan ada gerakan, ini membuatku
hendak membuka mata karena penasaran. Tiba-tiba aku merasakan angin hangat pada
pangkal pahaku, kubuka mataku sedikit, ternyata angin hangat tadi disebabkan
oleh Hasan yang bernafas di selangkanganku. Pasti dia sedang menikmati wangi
sabun sirih yang kupakai barusan. Hembusan nafas dari hidungnya bertiup ke arah
pintu liang memekku. Ini menimbulkan sensasi nikmat tersendiri dalam
tubuhku.  Hasan terus menghembuskan
nafasnya di bagian bawah perutku, rasa geli dan nikmat bercampur menjadi satu
dan merangsang tubuhku. Aku mencoba bertahan dan melawan kenikmatan yang terus
menyerang, tapi tubuhku berkata lain. Kurasakan ada cairan hangat yang mengalir
keluar dari memekku,  padahal Hasan hanya
menghembuskan nafas saja tanpa melakukan penetrasi yang lain. 

Seiring keluarnya cairan hangat dari memekku, udara hangat dari hidung Hasan mulai naik ke atas. Udara itu berputar-putar sejenak di lubang pusar, kemudian menjelajahi setiap jengkal kedua tetekku, bergerak ke atas lagi hingga ke leher. Di sini dia bergerak bolak-balik dari kanan ke kiri. Semua perbuatan Hasan itu membuatku semakin terangsang dan hampir saja kehilangan kontrol,  berkali-kali aku ingin mengerang saat hidungnya menggesek-gesek puting tetekku.  “Sampai kapan mau tidur Kak. . ?” bisik Hasan di telinga kiriku sementara salah satu tangannya memelintir puting tetekku sebelah kanan.  “Aucch. . Sshh. . Ampuun Saan. . Aku dah banguunn” erangku sambil membuka kedua kelopak mata.  Astaga ternyata Hasan sudah hanya mengenakan CD. Wajah Hasan tampak jelas sekali di hadapanku, ada senyum nakal penuh kemenangan di sana. Kubalas senyumnya dan dengan penuh hasrat kulingkarkan kedua tanganku di lehernya. Kutarik wajah Hasan lebih mendekat ke arahku sampai bibir kami berdua bertemu dan langsung beradu.  Bibir Hasan langsung saja melumat bibirku seakan ingin menelannya, lidahnya menusuk ke dalam rongga mulutku dan mencari-cari lidahku. Aku tak mau kalah, kujulurkan lidahku untuk menggelitik rongga mulut Hasan, ia terpejam merasakan seranganku. Tapi dia tak membiarkan aku mengendalikan permainan kami malam itu, dia melepaskan ciumannya dari bibirku dan menciumi wajahku sesuka hati. Sesekali dia mengulum bibirku, lalu menjilati wajahku. Aku semakin mengeratkan rangkulan tanganku pada lehernya. Ingin rasanya aku menjerit sekeras mungkin saat merasakan cumbuannya yang semakin liar saja, setelah menggerayang ke leher bibirnya terus turun hingga sampai ke atas tetekku.

Baca Juga Cerita Mesum Dewasa : NIKMAT TAPI DOSA

Aku menahan nafas manakala bibirnya mulai menciumi kulit di
seputar tetekku. Lidahnya menari-nari dengan bebas menelusuri kemulusan kulit
sepasang tetekku yang sekal dan menggairahkan. 
Nafas Hasan menderu semakin kencang disertai suara kecipak mulutnya yang
dengan penuh hasrat melumat tetekku yang montok seolah ingin merasakan setiap
inci kekenyalannya.  Dari bibirku
meluncur desisan dan rintihan nikmat, sementara tanganku meremas rambut Hasan
dan menekan kepalanya ke dadaku. Rangsangan maha dahsyat menghajar tubuhku
manakala bibir Hasan mulai menjilat dan mengulum puting tetekku yang telah
mengeras. Dengan lihai lidahnya menyapu seluruh permukaan putingku secara
bergantian, aku mengerang halus tiap kali bibir Hasan berhenti di salah satu
puting tetekku. Kemudian ia mulai menyedot-nyedot putingku yang malang itu
sebelum mengakhirinya dengan sebuah gigitan halus dan menariknya perlahan
dengan giginya yang putih.  Saat Hasan
melakukan itu, puting tetekku yang lain tidak dibiarkannya menganggur begitu saja.
Dengan nakal jari-jari tangan Hasan memilin dan memelintir puting tetekku ini.
Dan jika dia telah menggigit salah satu di antaranya, maka tangannya akan
memencet puting yang lain dan menariknya dengan penuh gairah. Dan itu dilakukan
Hasan bergantian kepada kedua puting tetekku secara berulang-ulang.  Perbuatannya itu makin membuatku lupa daratan
dan serasa melayang-layang di awan di Rumah Orang Tuaku 2  “Saann. . !” Jeritku lirih memanggil namanya
saat untuk yang kesekian kali, puting tetekku disedotnya kuat-kuat.  Aku menggelinjang kegelian. Hisapan itu
nikmat luar biasa. Selangkanganku semakin basah dan meradang. Tubuhku
menggeliat-geliat bagai ular kepanasan mengimbangi permainan lidah dan bibir
Hasan di tetekku yang terasa semakin menggelembung keras. 

“Oohh Kak. . Teteknya bagus banget. . Mmphh. . Wuih. .
Montok banget. .” rayu Hasan sambil terus memainkan sepasang tetekku.  Tubuhku terus menyambut hangat setiap kecupan
mesra bibirnya. Badanku melengkung dan dadaku kubusungkan untuk mengejar kecupan
bibir Hasan. Lalu kudorong kepala Hasan ke bawah menyusur perutku. Dia mengerti
dengan apa yang kuinginkan saat ini. Dengan nafas menggebu-gebu, ia mulai
bergerak. Kedua tangan Hasan menyelusup ke bawah tubuhku dan mencekal pinggang,
mengangkat pinggulku dan meloloskan kimono yang tersangkut di bawah kemudian
mencampakkannya entah ke mana. Kini aku benar-benar telanjang bulat tanpa
sehelai benang pun yang menghalangi. Kulirik Hasan yang terpesona memandangi
ketelanjanganku. Gairahku semakin meletup melihat tatapan penuh birahi Hasan,  membuatku begitu bangga dan tersanjung. Walau
sudah sering melihatnya, tetap saja Hasan terkagum- kagum jika melihatku dalam
keadaan telanjang seperti ini. Mataku melirik ke bawah melihat tonjolan keras
di balik CD-nya. Dadaku berdegup, selangkanganku berdenyut dan semakin membasah
oleh gairah membayangkan kontol keras dibalik CD-nya.  “Saann. . Nnghh. . Jangan diliatin aja. .
Dingin nih. .” rengekku manja dengan gaya yang genit. Hasan seperti tersadar
dari lamunannya, dan mulai beraksi lagi. 

“Abisnya badan kakak seksi banget sih. . Gak bosen aku
ngeliat ni badan kalo lagi telanjang. .” katanya seraya melepaskan CD hingga
kini kami sama-sama telanjang.  Kulihat
kontolnya yang keras itu meloncat keluar seperti ada pernya begitu lepas dari
kungkungan CD. Mengacung tegang dengan gagahnya, besar dan panjang. Terlihat
olehku otot-otot melingkar di sekujur kontol itu. Aku sudah tak sabar lagi
ingin merasakan kekerasannya dalam genggamanku. Yang dimiiki Hasan ini membuat
punya suamiku seperti milik anak kecil saja. Segera kusambut tubuh Hasan yang
menindih badanku lagi.  Aku langsung
menyambut hangat ciuman Hasan sambil merangkulnya dengan erat. Ciuman itu
benar-benar membuatku terhanyut oleh gairah yang semakin meninggi. Terlebih lagi
saat kurasakan kontol Hasan yang keras menggesek-gesek perutku, gairahku
semakin meledak-ledak dibuatnya. Hasan kembali menciumi tetekku, kurasakan dan
kuresapi setiap remasan dan hisapannya dengan penuh kenikmatan. Aku tak mau
berdiam saja diwanja seperti itu.  Dengan
nakal tanganku menggerayang ke sekujur tubuh Hasan, bergerak perlahan namun
pasti ke arah kontolnya. Hatiku berdesir kencang saat merasakan kontol nan
keras itu dalam genggamanku,  kutelusuri
mulai dari ujung sampai ke pangkalnya. Jemariku menari-nari lincah menelusuri
urat-urat yang melingkar di sekujur kontolnya. Kudengar Hasan mengeluh panjang.
Kuingin dia merasakan kenikmatan yang kuberikan. Ujung jariku menggelitik
moncongnya yang sudah licin oleh cairan. Lagi-lagi Hasan melenguh, kali ini
lebih panjang.  Tiba-tiba saja dia membalikkan
tubuhnya, kepalanya persis berada di atas selangkanganku sementara miliknya
persis di atas wajahku. Kulihat kontol Hasan bergelantungan, ujungnya menggesek
-gesek wajahku hingga dengan refleks mulutku langsung menangkap kontol itu.

Kukulum pelan-pelan dengan penuh perasaan. Hasan sepertinya
tidak mau kalah dengan gerakanku yang agresif. 
Lidahnya menjulur menelusuri garis memanjang bibir memekku.  Hal ini membuatku terkejut, tubuhku bergetar
seakan diserang listrik. Kurasakan darahku berdesir kemana-mana, sementara
lidah Hasan bermain semakin lincah. Menjilat, menusuk-nusuk, menerobos rongga
rahimku. Ini membuatku seperti melayang-layang di atas awan. Nikmatnya sungguh
tidak terkira,  pinggulku tak bisa diam
mengikuti kemana jilatan lidah Hasan berada. Tubuhku seperti dialiri listrik
berkekuatan tinggi. Gemetar menahan desakan kuat dalam tubuhku. Aku semakin tak
tahan menerima berbagai kenikmatan yang dibuat oleh lidah Hasan. Perutku
mengejang,  kakiku merapat, menjepit
kepala Hasan. Seluruh otot-ototku menegang, dan jantungku serasa berhenti
berdetak. Sekuat tenaga aku bertahan sampai akhirnya tubuhku tak mampu lagi
menahan kenikmatan gelombang orgasme yang meledak-ledak.  Diiringi jeritan lirih dan panjang, tubuhku
menghentak berkali-kali mengikuti semburan cairan hangat dalam memekku. Aku
terhempas di atas ranjang dengan tubuh lunglai tak bertenaga. Lagi-lagi puncak
kenikmatan orgasme yang kuraih bersama Hasan terasa dahsyat dan luar
biasa.  “Oohh. . Ssann. . Nghh. . Enak
sekali. .” rintihku tak kuasa menahan diri. 

Mengapa kenikmatan seperti ini tak bisa lagi kudapatkan dari suami yang sangat kucintai, yang ada hanya rasa menggantung jika sedang bercumbu dengannya. Semenatara Hasan memberikan kenikmatan tak terhingga setiap kali kami bercinta. Sambil menetralisir nafasku yang naik-turun tak karuan, kulihat Hasan tersenyum di bawah sana. Dia pasti sangat bangga dengan kehebatannya bercinta karena selalu mampu membuatku mencapai puncak kenikmatan orgasme yang sejati.  Hasan tahu bahwa suamiku tidak dapat memuaskan tubuhku seperti saat dia mencumbuku. Aku tak bisa berbuat banyak, karena kuakui kalau aku sangat membutuhkannya saat ini. Membutuhkan apa yang sedang kugenggam dalam tanganku ini, benda yang berulang kali telah memberikan kenikmatan lebih daripada apa yang kurasakan barusan. Hasan masih menjilati sisa-sisa cairan yang keluar dari memekku.  Jemariku meremas-remas kembali kontolnya. Kukocok perlahan lalu kumasukkan ke dalam mulutku, kukulum dan kujilat-jilat. Kurasakan tubuh Hasan meregang dan dari mulutnya keluar rintihan kenikmatan. Aku tersenyum melihatnya seperti itu, aku ingin memberi kepuasan pada Hasan seperti dia telah memuaskan tubuhku. Kulumanku semakin panas, lidahku melata-lata liar di sekujur kontolnya.  Terdengar suara kuluman mulutku, sementara Hasan terus merintih-rintih keenakan. Dia menggerakkan tubuhnya di atasku seperti sedang bersenggama, hanya saja saat itu kontol kelaminnya menancap dalam mulutku. Kuhisap dan kusedot kuat-kuat, tapi dia belum memperlihatkan tanda-tanda akan segera mencapai klimaks. Mulutku mulai terasa kaku karena kelelahan sementara gairahku mulai bangkit kembali, memekku sudah mulai mengembang dan basah lagi. Sementara kontol Hasan masih tegak dengan gagah perkasa, bahkan lebih keras. 

Baca Juga Cerita Seks Hot : AKU JADI KORBAN KEGANASAN SEKS SANG KAPTEN KAPAL dan DI BAYAR UNTUK NGENTOT DENGAN WANITA SETENGAH BAYA

“Udah Kak. . Ganti posisi aja ya. .” kata Hasan seraya
membalikkan tubuhnya dalam posisi umumnya bersetubuh.  Dasar pejantan tangguh pujiku dalam hati.
Hasan memang piawai dalam bercinta, padahal baru sebulan kami berhubungan, dia
sudah sepandai ini, batinku. Dia tidak langsung memasukkan kontol kelaminnya
dalam lubang memekku, tetapi digesek-gesekkan dahulu di sekitar bibir memekku.
Dengan sengaja ia menekan seperti hendak dimasukkan, tetapi kemudian di gesekan
kembali ke ujung atas bibir memekku hingga menyentuh itil. Ngilu, enak dan
entah apa rasanya.  “Saann. . Aduuhh. .
Aduuhh saann! Sshh. . Mmppffhh. . Ayo saann. . Masukin aja. . Nggak tahann. .”
pintaku menjerit-jerit tanpa malu.  Aku
hampir mencapai orgasme lagi saat membayangkan betapa nikmatnya saat kontol
Hasan yang perkasa itu mengisi memekku yang masih rapat dan singset
terawat.  “Udah nggak tahan ya. . Kak. .”
candanya hingga membuatku blingsatan menahan nafsu.  Aku gemas sekali melihatnya menyeringai
seperti itu. Aku langsung menekan pantat Hasan dengan kedua tanganku sekuat
tenaga. Hasan sama sekali tak menyangka akan hal itu, ia tak sempat lagi
menahannya.  Maka tak ayal lagi kontol
Hasan melesak ke dalam memekku. Aku segera membuka  kedua kakiku lebar-lebar, memberi jalan
seleluasa mungkin bagi kontol kelamin perkasa itu. Terasa kontol itu sangat
sesak sehingga membuat memekku terkuak lebar-lebar.  Kulihat wajah Hasan terbelalak tak menyangka
akan perbuatanku. Ia melirik ke bawah melihat seluruh kontolnya telah terbenam dalam
memekku. Aku tersenyum menyaksikannya, Hasan balas tersenyum.  “Kakak nakal ya. . Awas. . Ntar aku bikin
mati keenakan.”  ujarnya.  “Mau doongg. .” jawabku genit sambil memeluk
tubuh kekarnya. 

Hasan mulai menggerakkan pinggulnya, pantatnya kulihat naik turun dengan teratur. Kadang-kadang digoyang-goyangkan sehingga ujung kontolnya menyentuh seluruh relung-relung memekku. Aku turut mengimbanginya, pinggulku berputar penuh irama. Bergerak patah-patah, kemudian berputar lagi.  Efeknya luar biasa, Hasan memuji-muji goyanganku. Dia belum pernah melihat aku begitu bergairah sampai bisa bergoyang sehebat ini.  Aku semakin bergairah, pinggulku terus bergoyang tanpa henti sambil mengedut-ngedutkan otot memekku. Ini membuat Hasan merasa kontolnya seperti dikulum-kulum dalam jepitan memekku.  “Akkhh. . Kaa. . Eennaakkhh. . , hebaathh. . Uugghh. .” erangnya berulang-ulang. Sementara tangan Hasan semakin kuat meremas-remas dan memilin-milin puting tetekku dan bibirnya terus menyapu seluruh wajahku hingga ke leher, Hasan semakin mempercepat irama tusukannya, kurasakan kontolnya yang besar keluar masuk memekku dengan cepatnya. Aku berusaha terus mengimbangi kecepatan gerak pinggul Hasan, dan harus kuakui permainan Hasan sangat luar biasa. Aku bisa merasakan bagaimana rasa nikmat yang berawal dari memekku mulai menjalari seluruh tubuhku, tanda bahwa puncak orgasme mulai merasuki tubuhku. 

NGENTOT DI RUMAH ORANG TUA dan GAIRAH SEX WANITA BERJILBAB

Sementara Hasan nampak berusaha keras untuk bertahan,
padahal tubuhnya juga mulai mengejang-ngejang tak karuan. Aku merasa kalau dia
juga hampir mencapai klimaks. Pinggulku meliuk-liuk semakin liar,  sementara pantat Hasan mengaduk-ngaduk
kewanitaanku semakin cepat. Semakin cepat tak beraturan,  sehingga aku yakin kalau dia akan segera
mengeluarkan sperma hangatnya dalam memekku. 
Tetapi secara tiba-tiba saja aliran kencang berdesir dalam tubuhku.
Nampaknya tubuhku juga sudah hampir tidak tahan menerima rangsangan Hasan
terus-menerus. Memekku terasa merekah semakin lebar, kedua ujung puting tetekku
semakin mengeras, mencuat berdiri tegak. Bibir Hasan langsung menangkapnya, dan
menyedot kuat-kuat kemudian menjilatinya dengan penuh nafsu. Aku membusungkan
dadaku sebisa mungkin dan oohh. . Rasanya aku tak kuat lagi bertahan.  “Ssaann. . ! Cepat keluarin doonng. . !”
teriakku sambil menekan pantatnya kuat-kuat agar kontolnya lebih masuk ke
selangkanganku.  Beberapa detik kemudian
tubuhku bergetar hebat, diiringi oleh gelombang rasa nikmat tak terhingga saat
cairan hangat menyembur dari memekku. Bersamaan dengan itu, tubuh Hasan
bergetar keras yang diiringi semprotan cairan hangat dari kontolnya di dalam
memekku.  Hasan langsung memeluk tubuhku
erat-erat, dengan penuh perasaan aku membalas pelukan itu. Kami lalu
bergulingan di ranjang merasakan kenikmatan puncak permainan cinta ini dengan
penuh kepuasan. Kami merasakan dan meresapinya bersama-sama, peluh yang
membasahi tubuh kami berdua menjadi satu dan tak kami pedulikan lagi. Bantal
dan guling berjatuhan ke lantai.

Sprei berantakan tak karuan terlepas dari ikatannya.  Eranganku, jeritan nikmatku saling bersahutan
dengan geraman Hasan. Kakiku melingkar di sekitar pinggangnya, sementara
bibirnya terus menghujani sekujur wajah dan leherku dengan ciuman-ciuman
lembut. Aku masih bisa merasakan kedutan-kedutan kontol Hasan yang perkasa
menggesek  dinding memekku. Nikmat sekali
permainan cinta yang penuh dengan gelora nafsu birahi ini.  Aku termenung merasakan sisa-sisa akhir
kenikmatan ini. Tak kusangka kalau aku akan berhubungan badan dengan Hasan di
kamar orang tuaku. Dia memang seorang laki-laki jantan yang selalu memberi
kejutan setiap kali kami bercinta. Setelah itu kami berdua tertidur dengan
posisi aku menindih tubuhnya, sementara kontolnya masih menancap di dalam
memekku.

GAIRAH SEX WANITA BERJILBAB

Sebenarnya aku ini tdk pernah terpikir untuk bisa bercinta /
ml dengan wanita berjilbab namun apa mau dikata nasi udah jadi bubur dan bubur
itu udah di makan oleh aku….ceritanya begini Namaku Iful..umur 29 taon, tinggi
168 paras badanku tegap, rambutku lurus dan ukuran vitalku biasa saja normal
org Indonesia lah…panjangnya kira2 16 cm dan diameternya aku ggak pernah ukur…
Aku tinggal di rumah kost2 an istilahnya rumah berdempet2an neh…ada tetanggaku
yg bernama Ibu Tiara, berjilbab umurnya sekitar 33 taon, anaknya dah 3 boo…yang
paling besar masih sekolah kelas 5 SD otomatis yg palg kecil umur 1,8 bln,
sedangkan suaminya kerjanya di kontraktor (perusahaan) sebagai karyawan
saja.   Setiap hari Ibu tiara ini wanita
yang memakai jilbab panjang2 sampai ke lengan2nya boleh dikatakan aku
melihatnya terlalu sempurna utk ukuran seorang wanita yag sdh berumah tangga
dan tentunya aku sangatlah segan dan hormat padanya.  Suatu ketika suaminya sdh pergi ke kantor utk
kerja dan aku sendiri masih di rumah rencananya agak siangan baru aku ke
kantor… “Iful…”ibu tiara memanggil dari sebelah…karena aku msh malas2 hari ini
so aku tidur2an aja di t4 tidurku…”Iful…Iful….” Ibu minta tolong bisa..?? ujar
Ibu Tiara dari luar..aku sbenarnya dah mendengar namun rasanya badanku lagi
malas bangun …

karena mungkin aku yang di panggil tdk segera keluar, maka
ibu tiara dng hati2 membuka pintu rumahku dan masuk pelan2 mencari aku…seketika
itu juga aku pura2 tutup mataku..dia mencari2 aku dan akhirnya dia melihat aku
tidur di kamar… “ohh….” Ujarnya…spontan dia kaget…karena kebiasaan kalo aku
tidur tidak pernah pake baju dan hny celana dalam saja…dan pagi itu sebnarnya
lagi tegang…biasa penyakit di pagi hari…(heheheh) seketika itu dia langsung
balik melangkah dan menjauh dari kmarku….aku coba mengintip dengan sbelah
mataku…oo dia sudah tidak ada “ujarku dalm hati…tapi kira2 tak lama kemudian
dia balik lagi dan mengendap2 mengintip kamarku…smbl tersenyum penuh arti…cukup
lama dia perhatikan aku dan stlh itu ibu tiara lngsung balik ke rmhnya.  Besok pagi stlah semuanya tlah tidak ada di rumhnya
ibu tiara, tinggal anaknya yg plg kecil dah tidur aku …sayup2 aku dengar di
smpg rmhku yg ada di belkang, spertinya ada yg mencuci pakaian…aku intip di
blkang…Ohh ibu tiara sdng mencuci pakaian…namun dia hny memakai daster terusan
panjang dan jilbab …krn dasternya yg panjang, maka dasternya basah sampai ke
paha…saat aku sdg intip..ibu tiara lgsg berdiri dan mengangkat dasternya serta
merta mencopot celana dalamnya dan langsung dicuci sekalian…otomatis…saat itu
aku melihat ooooohhh…. yg merah dan pahanya yg putih di tumbuhi bulu2 halus…aku
langsung berputar otak2 ku ingin rasanya mencicipi yg indah dari ibu tiara yg
berjilbab ini…“Maaf ibu tiara…kemarin ibu ada perlu saya “ tanyaku
..mengagetkan ibu tiara dan semerta2 dia lngsung merapikan dasternya tersingkap
smpai ke paha… Iya nih mas Iful..Ibu kemarin mo minta tolong pasangin lampu di
kmar mandi “katanya. Kalo gitu sekarang aja bu…soalnya sbentar lagi saya mo
kerja “sambil mataku melihat dasternya…membayangkan apa yang didalamnya.

Oh iya ..lewat sini saja…Ujarnya..karena memang tipe rmh kost
yg aku tempati di belkangnya Cuma di palang kayu dan seng otomatis kegiatan
tetangga2 kelihatan di belakang. Aku lngsung membuka kayu dan sengnya dan masuk
ke dalam dan ibu tiara membawaku di depan…aku mengikuti di
belakang…oohhh…seandainya aku bisa merasakan dan pantat ini sekarang” gumamku
dlm hati. “ini lampunya dan kursinya…hati2 yah jng sampe ribut soalnya anaku lg
tidur”kata Ibu Tiara.. Aku lngsung memasang dan ibu tiara melanjutkan mencuci
nya, setelah selesai aku lngsg blng “ibu sdh selesai “kataku… kemudian ibu
tiara lngsung berdiri..tapi saat itu dia terpeleset ke arahku…seketika itu aku
menangkapnya..ups…oh tanganku mengenai payudaranya yg montok dan tanganku satu
lagi mengenai lngsung pantatnya yg tidak pake celana dalam dan hny ditutupi daster
saja…”maaf Dik Iful…agak licin lantainya”ujarnya tersipu-sipu..Iful tunggu yah
ibu bikinin Teh “ujarnya lagi…Dia ke dapur dan dari belakang aku mengikutinya
scr pelan2..saat teh lagi di putar di dlm gelas..langsung aku memeluknya dr
blkng… Iful…apaan2 neh…sentak Ibu Tiara…maaf bu…saya melihat ibu sangatlah
cantik dan seksi..”ujarku…Jangan Iful…aku dah punya suami ..”tapi ttp ibu tiara
tdk melepaskan pegangan tanganku yang mampir di pinggangnya dan
dadanya…Iful…jangaann.. langsung aku menciumi dari belakang menyikapi
jilbabnya…sluurrp…oh..betapa putihnya leher ibu tiara ‘ujarku dlm
hati…okhh…iful…hmmm…ibu tiara menggeliat..

langsung dia membalik badannya menghadapku..Iful…aku udah
bers…saat dia mo ucapin sesuatu..langsung aku cium bibirnya…mmmprh…tak lama dia
lngsung meresponku dan lngsung memeluk leherku .mmmmhprpp….bunyi mulutnya dan
aku beradu…aku singkapi jilbabnya sedikit saja…sambil tanganku mencoba
menggerayangi dadanya…aku melihat dasternya memakai kancing 2 saja diatas
dadanya…aku membukanya..dan tersembullah buah dadanya yg putih
mulusss…slurp…kujilat dan isap pentilnya…. Iful….ooohhh….ufhhh….”lirihnya
…slurrpp….slurp..saa t aku jilat…sepertinya msh ada sedikit air
susunya…hmmmm…tambah nikmatnya..slurp..slurp… Sambil menjilat dan menyedot
susunya..aku tetap tidak membuka jilbab maupun dasternya…tapi tanganku tetap
menarik dasternya keatas…karena dari tadi dia tidk pake celana dalam…maka
dengan gampang itilnya ku usap-usap dengan tanganku…Ohhh…oh…sssshhhh…guma m ibu
tiara..kepalaku ku dekatkan ke dan kakinya kurenggangkan…sluruupp….pelan2
kujilati itil dan …oh iful…eennakkh…oghu…mmmpphhff…t eriaknya pelan…kulihat
kepalanya telah goyang ke kanan dan kekiri…pelan2 sambil lidahku bermain di
…kubuka celana pendekku dan terpampanglah yang telah tegang …namun ibu tiara
masih tidak menyadari akan hal itu…pelan2 ku mengangkat dasternya…namun tidak
sampai terbuka semuanya..hanya sampai di perutnya saja…dan mulutku mulai beradu
dengan bibirnya yang ranum…mmmppghh…iful…aku…”ujar ibu tiara..kuhisap
dalam-dalam lidahnya…slurp…caup…oh ibu sungguh indah bibirmu, dan
semuanya…lirihku.. Sambil menjilat seluruh rongga mulutnya …kubawa ia ke atas
meja makannya dan kusandarkan ibu tiara di pinggiran meja…

tanganku ku mainkan kembali ke itil dan sekitaran
…ahhh…ufh…oh…Ifulll….i bu udah nggak kuaatttttt…lirih Ibu tiara. Pelan2 ku
pegang …ku arahkan ke yang sudah basah dan licin….dan
bleeesssssssssshh….ohhhhh…ufgh hh….Ifulll….Teriak Ibu tiara…sleepep…slepp…. ku
diamkan sebentar ….Ibu Tiara sepontan melihat ke wajahku..dan langsung ia
menunduk lagi…kududukkan di atas meja makan dan kuangkat kakinya…mulailah aku
memompanya..slep…slep..selp…be lssss….oh ibu sangat enak….Iful… juga sangat
besar….rupanya ibu tiara udah tidak memikirkan lagi norma2..yang ada hanya lah
nafsu birahinya yang harus dituntaskan….berulang-ulang ku pompa dengan
….oohh..akhh…Ifull….ku balikkan lagi badannya dan tangannya memegang pinggiran
meja…ku tusuk dari belakang bleesssssssss… Ohhhhh….teriak Ibu Tiara…kuhujam
sekeras-kerasnya …tanganku remas2 susunya ….aku liat dari belakang sangat bagus
gaya ibu tiara nungging ini, tanpa melepas daster dan jilbabnya..kutusuk terus
…sleeeepp….sleeps Hingga kurang lebih setengah jam ibu tiara bilang…Iful….ibu
udah nggak tahan…..sabar bu bentar lagi saya juga……Ujarku…Oh…ohhhh…ufmpghhh
…Iful…ibu mau keluarrrr…achhhh……semakin kencang dan terasa menjepit dan
oohhhhh…ku rasakan ada semacam cairan panas yang menyirami di dalam ….semakin
kupercepat gerakan menusukku…slep….slurp…bleeppp… . oh Ibu aku juga dah mo
sampai neh…..cepat Iful…ibu bantu….oho….uhhhhh….ibu tiara menggoyangnya
lagi…dan akhirnya Ibu….aku mo keluararrrrr…..sama2 yang Iful….ibu juga mo
keluar lagi…teriaknya…dan….Ohhh…ack…. .ahhhhh..aku dan ibu tiara sama –sama
keluar…dan sejenak kulihat di terlihat becek dan banjir… Setelah hening
sejenak…ku cabut dan kupakai celana pendek setelah itu ibu tiara merapikan
Daster dan jilbabnya…langsung aku minta maaf kepadanya… Bu..mohon maaf ..Iful
khilaf.’kataku.

Tidak apa2 kok iFul…ibu juga yang salah…yang menggoda Iful “ujarnya… Aku langsung pamitan kembali ke rumahku sebelah dan mandi siap2 kerja…setelah mandi kulihat ibu tiara sedang menjemur pakaian…tapi jelas didalam daster ibu tiara tidak memakai celana dalam karena terlihat tercetak lewat sinar matahari pagi yang meninggi mulai mendekati jam 10 pagi.. Sebelum aku pergi ku sempatkan pamitan ke ibu tiara dan dia tersenyum …tidak tau apakah ada artinya atau tidak. Demikianlah cerita mesum Indonesia NGENTOT DI RUMAH ORANG TUA dan GAIRAH SEX WANITA BERJILBAB oleh cerita sex hot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *