SAHABAT ISTRIKU dan KENAKALAN ANAK SMA, Update 2023 – jose-goncalves.com
Mon. Jan 30th, 2023

SAHABAT ISTRIKU dan KENAKALAN ANAK SMA

Cerita Dewasa Indonesia – Cerita Mesum ini adalah cerita bokep seks yang mana Kisah ini terjadi beberapa bulan berselang saat kami sedang berada dikota B kita mulai saja ya cerita hot ini.. kota kelahiran istriku, kebetulan kami mempunyai rumah disana dan saat itu liburan anak sekolah. Sudah 2 hari kami berada di kota, hampir seluruh sudut kota kami jelajahi dan anak anak juga sangat senang menikmati liburannya dengan mengunjungi berbagai lokasi wisata di kota berhawa sejuk itu. Saat itu kami sedang berada disebuah factory outlet ketika sebuah suara terdengar “Hey……, apa kabar ..? seorang wanita berusia sedikit diatas istriku tiba tiba setengah berteriak menegur Anita, “Eh.., Mira….apa kabar..” jawab istriku yang langsung menghampiri wanita itu dan mereka berpelukan. “Pa…ingat kan..ini Mira….” kata istriku “Tentu saja aku ingat…apa kabar..? “tanyaku menyalaminya Mira adalah sahabat istriku saat masih kuliah…, wajahnya khas sunda, tidak terlalu cantik, namun putih dan bersih, terakhir kami bertemu empat tahun lalu disuatu pesta di Jakarta, ketika itu ia datang dengan suaminya.., lupa..aku namanya…namun suaminya adalah seorang arsitek. Kedua wanita lalu ngobrol entah apa yang dibicarakan namun tampak mereka bicara tak putus – putusnya, bahkan istriku nampaknya lupa kalau ia sedang belanja, dan akupun melangakah meninggalkan mereka dan menggandeng anak anaku meneruskan belanja kami, kubiarkan istriku melepas kerinduan dengan sahabatnya. Sesaat kemudian kedua wanita itu menghampiriku dan Mira pamit mau pulang.

Baca Juga Cerita Dewasa Terbaru : ORGASME NIKMAT TANTE DEWI dan SUKABUMI

“Kasihan…ia sudah bercerai” kata istriku dimobil “Lho..kok…?
tanyaku ”suaminya kawin lagi dengan wanita lain, dan ia tidak mau dimadu, ya
akhirnya mereka cerai…sudah 3 tahun ia menjanda” panjang lebar istriku
menjelaskan “Lalu…?” tanyaku lagi “Ya sudah…Mira sekarang membuka butik” jelas
Anita Percakapan berhenti sampai disitu karena anak anak mulai cerewet minta
makan dan kamipun berhenti di sebuah restoran yang sejak dulu menjadi langganan
kami. “Pa.. Mira kusuruh kesini ya…, sebelum kita pulang, biar dia nginep
disini…” istriku membuka percakapan sore itu ketika kami sedang santai di teras
rumah kami yang terletak agak dibagian atas kota “Boleh” jawabku..dan sungguh
…saat itu tidak ada satupun pemikiran yang aneh aneh melintas di benakku, aku
sedang melepas semua pikirang tentang pekerjaan dan benar benar bersantai, lagi
pula anak anak juga tidak mau tinggal diam…selalu ribut tidak karuan Anita
mengambil HP nya, setengah jam ia ngobrol dengan sahabatnya itu, dan menjelang
pukul 8, ketika kami baru saja menyelesaikan makan malam kami, suara mobil
memasuki halaman. “Hai…..” sapa Mira ketika kami menyambutnya, malam itu ia
nampak segar dengan celana panjang yang mencetak bentuk pantatnya dan atasan
model sekarang yang agak gombrong itu, namun sampai saat itu kembali aku belum
‘memikirkan hal itu’ sama sekali.. Istriku segera menarik tangan wanita itu dan
mengajaknya kedalam sementara pembantu kami membawakan barang bawaannya masuk
rumah. Kebetulan rumah kami agak besar dan masih memiliki sebuah kamar yang
tidak terpakai, dan kesitulah barang bawaan Mira diletakan.

Malam itu aku masuk kamar duluan, setelah anak anak
tertidur, sementara istriku masih asyik ngobrol dengan kawannya, dan tak lama
kemudian aku terlelap. Rasa hangat dan geli yang nikmat menyadarkanku, dan aku
tahu kalau mulut istriku sudah mengulum batang kemaluanku yang segera berdiri
walau aku sendiri masih setengah sadar, entah kapan celanaku sudah turun sampai
kelutut aku benar benar tak tahu. Sesaat kemudian tanpa melepaskan mulutnya
dari batang kemaluanku, celanaku sudah terlepas seluruhnya, dan menyusul baju
lainnya. Setelah saling mencumbu, menjilat dan bergumul, akhirnya dengan posisi
diatas Anita memasukan batang kemaluanku kedalam vaginanya yang hangat itu dan
mulai bergoyang, mula mula perlahan semakin lama semakin cepat, sementara
mulutnya berdesis seperti orang kepedasan. “Srrrt…” aku tak tahan lagi dan
melepaskan air maniku duluan dalam vagina istriku yang masih terus bergoyang
mengejar puncak kenikmatannya, dan akhirnya beberapa puluh detik kemudian
istriku melenguh dan mendesis desis ketika ia menggapai klimaxnya, untung
…pikirku…telat sedikit saja kemaluanku sudah melemas dan bisa pusing dia kalau
tidak berhasil mencapai klimaxnya. Tubuh istriku ambruk diatas tubuhku,
dan…plop…..kemaluanku terlepas dengan sendirinya, kami berciuman dan saling
memeluk, yah…walaupun banyak petualangan kami namun setiap kali berhubungan sex
……..kami sangat puas dan nilai keintiman yang ada diantara kami kalau sedang
berdua sangat berbeda dibanding kalau sedang ‘bertualang’. Kami tidak banyak
bercakap malam itu, capek setelah seharian berputar putar dan belanja serta
nikmatnya sex yang baru saja kami rasakan membuat kami segera terlelap dalam
selimut….

berpelukan telanjang bulat. Pagi pagi aku sudah terjaga…,
melihat istriku masih tidur.. aku lalu mengenakan celana pendek dan kaos
oblong, masuk kamar mandi yang ada diadalam kamr, cuci muka…lalu keluar keruang
makan…mencari kopi. Saat melintas dapur kulihat Mira sedang asyik mengaduk kopi
digelas…dan ketika melihatku nia tersenyum… Mira hanya mengenakan baju tidur
yang agak tipis… dan buah dadanya yang saat itu tidak menggunakan bra…membayang
jelas…, masih pagi.., baru bangun……. melihat pemandangan seperti itu…langsung
saja ‘adik kecil’ diselangkangan berontak keras…. “Mas…kopinya suka manis ?”
tanya Mira “Lho..kok…mana pembantu..masa kamu yang bikin ..?” tanyaku “Kusuruh
kepasar….Mira ingin masak kalau boleh…tanya Anita deh….hobby Mira kan masak..” jawabnya.
Ingin kutanya ‘hobby’ nya yang lain..tapi mengingat ia teman istriku dan aku
belum diberi tanda oleh istriku aku menjaga lidahku supaya jangan nakal….
“Jangan terlalu manis..ah….nanti bisa diabetes…” jawabku, hampir…saja
kulanjutkan…’kalau diabet bisa impoten…rugi …’ tapi kembali kujaga lidah ku..
Siang itu aku bersantai dikamar sementara istriku dan Mira asyik memasak…, anak
anaku juga asyik dengan urusan mereka masing – masing dikamarnya “Hey….makanan
sudah siap.”teriak istriku dan hawa dingin kota Bandung serta suasana yang
nyaman sungguh membuat kami lapar…… Mataku sempat menelusuri tubuh Mira yang
tampak sibuk mengambilkan nasi, menyipakan lauk pauk dan dengan tank top ketat,
celana jeans yang dikenakannya mencetak bentuk tubuhnya, sesungguhnya wanita
ini bukan wanita yang akan kita pikirkan, berusia menjelang pertengahan,
wajahnya biasa saja tidak terlalu cantik, tubuhnya juga sudah tidak sekencang
gadis muda..

namun kulitnya sangat putih dan bersih, dari wajah serta
penampilannya serta cara bicaranya terlihat jelas kalau ia bukan ‘petualang’,
dan yang agak ‘mengganggu’ pemikiranku adalah sdh 3 tahun bercerai…’jangan
jangan sudah rapat kembali’ Pepes ikan mas, sayur asam, sambal dan ayam goreng
yang nikmat dalam waktu singkat bersih tandas dan beberapa saat kemudian aku
sudah terbuai dalam mimpi, entah apa yang diperbuat istriku, sahabatnya dan
anak anak sudah tidak kupedulikan lagi. Setelah mandi sore kami menyempatkan
diri pergi ke mall, beli jagung bakar, makan malam dan menjelang Pk. 9.00 malam
kami sudah kembali kerumah…anak – anak langsung masuk kamar dan sesaat kemudian
suasana sudah sepi… Aku sedang membaca dikamar ketika istriku masuk dan duduk
disampingku, dengan wajah yang berbinar-binar ia berkata “Pa..menurut papa Mira
bagaimana..?” tanyannya tiba tiba. “Bagaimana apa…”tanyaku “Ah…mama kan melihat
papa memperhatikan Mira, waktu makan siang tadi, …minat….?” lanjut istriku
“Mmmmm bukan gitu” lalu kusampaikan isi pemikiranku siang tadi dan istriku
mencubitku “buktikan mau ? lubangnya masih ada atau nggak..? jawab Anita.
“Mm……….tapi kan dia teman mama dan belum tentu memahami gaya hidup kita”
jawabku, langsung saja ada yang terasa bergerak diantara pahaku…’kalau iya
lumayan kan…’pikirku Sudah terlalu lama istriku mengenal diriku…kali ini dia
yang menjadi ‘pengatur laku’ “sudah..pokoknya papa..nurut saja. ya…nggak rugi
deh…” lalu sambil mencium pipiku ia beranjak keluar kamar… Aku mencoba kembali
ke bacaanku, namun konsentrasi ku sudah buyar..

Sekitar lima belas menit kemudian pintu kamar terbuka dan masuklah istriku serta Mira yang sudah berganti pakaian dengan daster, wajahnya tampak segar dengan rambut diikat kebelakang sementara dadanya tampak menggantung lepas..sayang daster batik yang dikenakannya agak tebal..sehingga tidak ada bayangan yang timbul… “Ngobrol disini saja ya Mir…, pa boleh kan Mira ngobrol dulu disini ..?,” pembantu belum tidur lagi nonton TV, dikamar Mira nggak enak, nggak ada Exhaust Van nya”…, memang terkadang istriku merokok, terbayang kan kalau asap rokok tidak dikamar tidak bisa keluar..? “Walau awalnya agak canggung namun sebentar saja pembicaraan kami sudah relax, Anita duduk disisiku dan kami duduk diranjang bersandar santai, sementara Mira duduk diujung ranjang…., kami ngobrol segala hal sampai suatu saat istriku bertanya..(aku yakin dia sudah bertanya sebelumnya…tapi diulangi lagi untuk ku), “Mir…kalau boleh tahu….kamu kan sudah pisah 3 tahun sama mantan mu…, nah kalau ‘kepingin…itu..’ bagaimana kamu mengatasinya…? tanpa tedeng aling aling Anita bertanya yang membuat wajah Mira merah bagi kepiting rebus. “Ya…gitu deh……….., udah ah….kok nanya in yang begituan sih…….” jawab Mira tersipu. Tiba tiba Anita bangkit, lalu mengambil lap top yang biasa kugunakan, meletakannya dipangkuannya dan…menyalakannya serta memanggil Mira mendekat… Aku hanya memperhatikan apa yang dilakukan istriku…walau aku tahu apa yang ada dipikrannya, sekejab kemudian terdengar suara Mira berteriak kecil…”Ih…gila ya kamu……..” sambil melirik kearahku. Berkali kali terdengar jerit tertahan Mira saat melihat apa yang tersaji di laptop ku, ya..kumpulan gambar photo ‘petualangan’ kami…bermacam occasion yang sudah ku compile dalam suatu album, ada yang istriku sedang ‘dikeroyok’, ada yang sedang swinging dengan pasangan lain dan macam macam lainnya. “Sebentar ya…” kata Anita yang lalu beranjak ke kamar mandi Mira tidak menjawab namun matanya terus menatap layar lap top dengan wajah yang berubah ubah..

SAHABAT ISTRIKU dan KENAKALAN ANAK SMA

antara percaya dan tidak..antara ingin tahu dan tertarik….ia masih asyik menscroll gambar gambar itu dan Anita yang sudah kembali duduk didekatku…tangannya langsung menyusup kedalam celana pendek yang kukenakan. Istriku alau merangkul leherku, mencium bibirku..lidah kami saling bertautan dan tangannya dengan nakal memainkan kemaluanku yang masih tersimpan didalam celana pendek yang kukenakan…beberapa saat kemudian celana yang kukenakan sudah terlepas… Ketika Anita menengok…ia terpana….karena saat itu istriku sedang asyik menjilat dan menghisap batang kemaluanku…dan ketika istriku melihat bahwa sahabatnya memperhatikan nya…ia menghentikan gerakannya dan memberi tanda agar mendekat…. dan entah sadar atau tidak Mira mendekati kami duduk disamping tempat tidur. Tiba –tiba istriku menarik tangan Mira dan meletakannya di batang kemaluan ku yang sudah mengeras. Tangan yang terasa dingin bertemu dengan batang kemaluan yang sangat panas…memberikan sensasi padaku..dan benar seperti kata istriku……. Mira sudah terlalu lama tidak menyentuh laki laki…, sesaat kemudian dua mulut mungil menjadikan batang kemaluanku sebagai ‘mainan’, saat Mira menghisap kepala kemaluanku istriku menjilati bijiku dan begitu bolak balik…kujulurkan tanganku…kutarik Mira agar merayap keatas dan sesaat kemudian bibirnya sudah berpagutan dengan bibirku… Ketika dasternya kulepas..buah dadanya terpampang jelas…puting susunya lebih besar dari istriku merah agak kehitaman, kontras dengan kulit putihnya…, dan walau sdh tidak terlalu padat dan agak turun sedikit namun asyik juga. Mulutku melumat puting susu yang sudah mengeras itu dan tanganku menyusup ke bawah pusarnya…terasa selangkangan yang lembab agak basah…dengan bulu bulu yang cukup lebat. Istriku yang mengerti apa yang kuinginkan, menghentikan gerakannya menjilati kemaluanku..lalu memberi kesempatan padaku untuk mengubah posisi. Kubaringkan Mira telentang..dan kucium bibirnya….

Baca Juga Cerita Bokep Seks : AKU NIKMATI ISTRIKU DIGAULI ORANG dan PENGALAMAN NGENTOT TANTE LINDA SUPER MONTOK

lalu perlahan jilatanku merambat turun…lehernya, pundaknya
dan buah dadanya ganti berganti kujilati dan kuhisap putingnya sementara ia
hanya memejamkan mata mengerang lirih…. Lidahku turun terus kebawah…dan ketika
sampai di perutnya ia mulai menggelinjang…kuambil bantal..kuminta ia mengganjal
pinggulnya dan kini aku mulai konsentrasi pada vagina yang merekah membasah
itu. Dengan kedua tanganku kusibak bulu bulu di area itu….kubuka vaginanya…dan
lidahku mulai menari nari di klitorisnya…, sesekali menerobos masuk dan kembali
menjilat, menghisap dan menjilat.. Anita yang rupanya tidak tahan dari belakang
juga ‘menyerang’ku. “Ssshh…..aduh….sdh nggak tahan……” sesekali kepalaku
dijepitnya dengan pahanya..dan aku mengerti..sudah terlalu lama ia ‘haus’..maka
ketika aku menyudahi permainan lidahku dan merayap naik ketas tubuhnya dengan
serta merat tangannya menyambut dan memelukku, dan setelah batang kemaluanku
terarah tepat dengan perlahan mulai kubenamkan…Mira mengerang…. membuka pahanya
semakin lebar,…setelah kepala kemaluanku masuk…dengan satu hentakan yang
diiringi desahan keras dari wanita ini kubenamkan batang kemaluanku hingga
habis. Kubiarkan sesaat kemaluanku terendam dalam vagina yang sangat hangat
namun ‘legit’ itu, memang sih kelebihan wanita jawa barat umumnya bisa membuat
vaginanya enak..tidak kering agak basah sedikit, tapi legit..atau mungkin
pengaruh suka makan lalaban?..dan baru kemudian kutarik sedikit…lalu kubenamkan
lagi..demikian berulang – ulang… sementara Mira memeluk dan kakinya bahkan
melingkari pinggangku… Tiba kurasakan sensasi lain…wah…….ternyata istriku
mengusap dan memegangi bijiku saat batang kemaluanku bergerak memompa naik
turun di vagina Mira, bahkan sesat kemudia bukan lagi usapan yang kurasakan
namun …..jilatan….gila…………….rasa nikmat yang luar biasa menyerangku …………,

batang kemlauanku terbenam dijepit kemaluan Mira dan lidah
Anita menjilati bijiku..sesekali batangku terjilat saat tertarik keluar….. Aku
tahu kalau begini terus tidak lama lagi pasti tumbang…….. maka, ku rubah
posisi, tanpa melepaskan batang kemaluanku dari vaginanya , kubalik posisi
hingga Mira kini diatasku, kini aku punya ‘mainan’ tambahan’, buah dada yang
bergoyang dan menggayut diatasku dengan leluasa kuremas…, sesekali putingnya
kuhisap…, disisi lain istriku juga jadi lebih leluasa ‘menggarap’ kemaluan ku
yang sedang menyatu dalam vagina sahabatnya itu. Mira mulai bergerak
teratur….mungkin terlalu lama tidak merasakan kemaluan laki laki membuatnya
tidak tahan terlalu lama…..ia naik turun diatasku dengan teratur…semakin lama
semakin cepat..kemaluannya mulai menghangat…dan aku ‘membantunya’ dengan
menghisap puting susunya…..dan akhirnya dengan satu teriakan tertahan ia
melemparkan kepalanya kebelakang..mencengkeram pundaku dan mendesah lirih…”Ah…ssss…………….hhh………….
…..ah……..aduh…..keluar………..” lalu ia ambruk diatas dadaku. Kucium bibirnya dan
dengan perlahan ia kurebahkan kesamping…, sesungguhnya aku yakin akalu
kuteruskan sedikit lagi ia masih bisa menggapai satu klimax lagi walau tidak
sedahsyat yang barusan..namun aku juga tahu kalau istriku sudah menanti..
Kusuruh Anita menungging dan dari belakang batang kemaluanku yang masih basah
kuyup dangn lendir Mira menerobos memasuki lubang vagina istriku..yang juga
sudah basah…. Kami sudah mengenal satu dengan lain sangat baik….maka irama yang
berkembang sudah dalam kontrol kami dan karena desakan di bijiku sudah
sedemikian mendesak…kuberi tanda pada Anita untuk meningkatkan ‘speed’ dan
akhirnya…srrrrt…..creeet……….air maniku menyembur deras mengisi vagina istriku
sementara istriku juga mencapai klimax pada saat yang sama dan mendesah desah
keras.

Cukup lama kami terdiam dan berpelukan bertiga dalam keadaan
telanjang, ganti berganti kedua wanita itu mencium bibirku dan tangan mereka
mengelus serta mengusap ngusap kemaluanku yang masih basah itu…, namun juga
masih susut. Belum terlalu rasanya beristirahat Mira sudah mulah memainkan
kembali mulutnya di selangkanganku sementara Anita berjongkok diatas wajahku
dan lidahku langsung saja menerobos masuk ke lubang vaginanya……, vagina istriku
walau sudah banyak yang ‘menikmati’ namun tetap terawat dan terasa nikmat… juga
klitorisnya masih tetap mungil kemerahan….sekitar lima menit kami dalam posisi
itu sebelum berbalik… kini kembali aku diatas Mira yang dengan melebarkan
kakinya menerima kemaluanku dan Anita memelukku dari belakang menjilati leher
dan belakang telingaku..kadang lidahnya turun ke bawah hingga ke belahan
pantatku…. Aku menggenjot Mira yang terlentang dibawah tubuhku dengan teratur
dan pada irama yang tetap, bibir kami saling bertemu dalam ciuman yang
panas…istriku mengelus dan mengusap usap bijiku yang memberikan sensasi nikmat
dan seperti tadi…………Mira yang masih haus itu kembali mencapai klimax
duluan…..”Mas……….ah…….cepet….cepet.. .aduh…………enaaaak..hhh………” dan setelah
seluruh tubuhnya menegang ia tergolek lemas, aku berhenti sebentar tanpa
mencabut kemaluanku yang masih terbenam dalam vagina yang berdenyut denyut
itu…….dan semenit kemudian mulai lagi kugerakan maju mundur secara
teratur….”waw……….geli….ah……..aduhh.. …………” Mira merintih dan mendesah….namun
aku meneruskan gerakanku dengan cepat mengejar ejakulasi kedua yang ingin
kugapai…dan “Aduh…….keluar…lagi……ah……” dan istriku juga semakin giat mengusap
dan meremas bijiku dan ketika aku merasa tak tahan lagi……kucabut kemaluanku
dari vagina Mira dan istriku segera membuka mulutnya menerima kemaluanku yang
basah penuh lendir itu.

Tidak sampai dua menit, aku setengah menjambak rambutnya
menembakan air maniku dalam mulut Anita yang tanpa ragu langsung menelannya.,
Setelah melemas, kemaluanku dilepas dari mulutnya namun bukan berarti berhenti
karena lidahnya masih terus menjilati hingga batang kemaluanku bersih dari
cairan. Sekali ini aku perlu waktu setengah jam untuk dapat ‘bangkit’ kembali….
dan setengah jam lebih dikocok dalam vagina Anita untuk kemudian melepaskan
isinya yang sudah semakin sedikit dalam vagina yang sejak awal ‘belum sempat
diisi’ air maniku Entah jam berapa Mira kembali ke kamarnya karena saat aku
berada dalam pelukannya dengan wajahku terbenam diantara buah dadanya…aku
terlelap. Saat terjaga paginya aku diberi ciuman yang amat manis dari
istriku…sambil berbisik ”Mira bilang terima kasih, punya papa jauh lebih enak
dari mantannya dulu katanya..” aku hanya tersenyum karena benar benar merasa
‘habis…..’, terkuras energi dan air maniku…., Hampir tengah hari baru aku
beranjak dari tempat tidur setelah anak anak ribut tidak karuan mengajak pergi

KENAKALAN ANAK SMA

Namaku adalah Andi (bukan nama yang sebenarnya), dan aku kuliah di salah satu universitas swasta di Bandung, Aku berasal dari luar daerah dan aku tinggal di kost. Aku pun termasuk orang yang berada, serta sangat menjalankan keagamaan yang kuat. Apalagi untuk mencoba narkoba atau segala macam, tidak deh.  Kejadian ini bermula pada waktu kira-kira 4 bulan yang lalu. Tepatnya hari itu hari Selasa kira-kira jam 14:12, aku sendiri bingung hari itu beda sekali, karena hari itu terlihat mendung tapi tidak hujan-hujan. Teman satu kostan-ku mengatakan kepadaku bahwa nanti temanya anak SMU akan datang ke kost ini, kebetulan temanku itu anak sekolahan juga dan hanya dia yang anak SMU di kost tersebut.  Setelah lama menunggu akhirnya orang yang ditunggu datang juga, kemudian temanku langsung mengajaknya ke tempat kamarku yang berada di lantai atas. Akhirnya aku dikenali sama perempuan tersebut, sebut saja namanya Ria. Lama-lama kami ngobrol akhirnya baru aku sadari bahwahari menjelang sore. Kami bertiga bersama dengan temanku nonton TV yang ada di kamarku. Lama-lama kemudian temanku pamitan mau pergi ke tempat temannya, katanya sih ada tugas.  Akhirnya singkat cerita kami berdua di tinggal berdua dengan Ria. Aku memang tergolong cowok yang keren, Tinggi 175 cm, dengan berat badan 62 kg, rambut gelombang tampang yang benar-benar cute, kata teman-teman sih. Ria hanya menatapku tanpa berkedip, akhirnya dia memberanikan diri untuk menggelitikku dan aku tidak tahu darimana dia mengetahui kelemahanku yang sangatvital itu kontan saja aku langsung kaget dan balik membalas serangan Ria yang terus menerus menggelitikiku. Lama kami bercanda-canda dan sambil tertawa, dan kemudian diam sejenak seperti ada yang lewat kami saling berpandang, kemudian tanpa kusadari Ria mencium bibirku dan aku hanya diam kaget bercampur bingung. Akhirnya dilepaskannya lagi ciumannya yang ada di bibirku, aku pun heran kenapa sih nih anak? pikirku dalam hati. Ria pun kembali tidur-tiduran di kasur dan sambil menatapku dengan mata yang uih… entah aku tidak tahu mata itu seolah-olah ingin menerkamku.

Baca Juga Cerita Seks Indonesia : BERHAYAL NGENTOT TANTE dan SAHABAT ISTRIKU

Akhirnya dia melumat kembali bibirku dan kali ini kubalas
lumatan bibirnya dengan hisapan-hisapan kecil di bibir bawah dan atasnya. Lama
kami berciuman dan terus tanpa kusadari pintu kamar belum tertutup, Ria pun
memintaku agar menutup pintu kamarku, entah angin apa aku hanya nurut saja tanpa
banyak protes untuk membantah kata-katanya. 
Setelah aku menutup pintu kamar kost-ku Ria langsung memelukku dari
belakang dan mencumbuku habis-habisan. Kemudian kurebahkan Ria di kasur dan
kami saling berciuman mesra, aku memberanikan diri untuk menyentuh buah dadanya
Ria yang kira-kira berukuran berapa ya…? 34 kali, aku tidak tahu jelas tapi
sepertinya begitu deh, karena baru kali ini aku menuruni BH cewek. Dia
mengenakan tengtop dan memakai sweater kecil berwarna hitam. Aku menurunkan
tengtop-nya tanpa membuka kutangnya. Kulihat buah dada tersebut… uih sepertinya
empuk benar, biasanya aku paling-paling lihat di BF dan sekarang itu
benar-benar terjadi di depan mataku saat ini. 
Tanpa pikir panjang, kusedot saja buah dada Ria yang kanan dan yang
kirinya aku pelintir-pelintir seperti mencari gelombang radio. Ria hanya
mendesah, “Aaahhh… aaahhh… uuhhh…”Aku tidak menghiraukan gelagat Ria yang
sepertinya benar-benar sedang bernafsu tinggi. Kemudian aku pun kepingin
membuka tali BH tengtop-nya. Kusuruh Ria untuk jongkok dan kemudian baru aku
melihat ke belakang Ria, untuk mencari resliting kutangnya. Akhirnya ketemu
juga dan gundukan payudara tersebut lebih mencuat lagi karena Ria yang baru
duduk di bangku SMU kelas 2 dengan paras yang aduhai sehingga pergumulan ini
bisa terjadi.

Dengan rakusnya kembali kulumat dada Ria yang tampak kembali
mengeras, perlahan-lahan ciumanku pun turun ke bawah ke perut Ria dan aku
melihat celana hitam Ria yang belum terbuka dan dia hanya telanjang dada.  Aku memberanikan diri untuk menurunkan celana
panjang Ria, dan Ria pun membantu dengan mengangkat kedua pinggulnya. Ria pun
tertawa dan berkata, “Hayo tidak bisa dibuka, soalnya Ria mempunyai celana
pendek yang berwarna hitam satu lagi…” ejek Ria sambil tersenyum girang.Aku pun
dengan cueknya menurunkanya kembali celana tersebut, dan kali ini barulah
kelihatan celana dalam yang berwarna cream dan dipinggir-pinggirnya seperti ada
motif bunga-bunga, aku pun menurunkanya kembali celana dalam milik Ria dan
tampaklah kali ini Ria dalam keadaanbugil tanpa mengenakan apapun. Barulah aku
melihat pemandangan yang benar-benar terjadi karena selama ini aku hanya berani
berilusi dan nonton tidak pernah berbuat yang sebenarnya.  Aku pandangi dengan seksama kemaluan Ria
dengan seksama yang sudah ditumbuhi bebuluan yang kira-kira panjangnya hanya 2
cm tapi sedikit, ingin rasanya mencium dan mengetahui aroma kemaluan Ria. Aku
pun mencoba mencium perut Ria dan pusarnya perlahan tapi pasti, ketika hampir
mengenai sasaran kemaluannya Ria pun menghindari dan mengatakan, “Jangan dicium
memeknya akh.. geliii…” Ria mengatakan sambil menutup rapat kedua
selangkangannya.  Yah, mau bagaimana
lagi, langsung saja kutindih Ria, kucium-cium sambil tangan kiriku memegang
kemaluan Ria dan berusaha memasukkanya ke dalam selangkangan Ria. Eh, Ria
berontak iiihhh… ge.. li..” ujar Ria.

Tahu-tahu Ria mendorong badanku dan terbaliklah keadaan
sekarang, aku yang tadinya berada di atas kini berubah dan berganti aku yang
berada di bawah, kuat sekali dorongan perempuan yang berbobot kira-kira 45 kg
dengan tinggi 160 cm ini, pikirku dalam hati. “Eh… buka dong bajunya! masak sih
Ria doang yang bugil Andinya tidak…?” ujar Ria sambil mencopotkanbaju kaos yang
kukenakan dan aku lagi-lagi hanya diam dan menuruti apa yang Ria inginkan.  Setelah membuka baju kaosku, tangan kanan Ria
masuk ke dalam celana pendekku dan bibirnya sambil melumat bibirku. Gila
pikirku dalam hati, nih cewek kayaknya sdah berpengalaman dan dia lebih
berpengalaman dariku. Perlahan-lahan Ria mulai menurunkan celana pendekku dan
muncullah kemaluanku yang besarnya minta ampun (kira-kira 22 cm). Dan Ria
berdecak kagum dengan kejantananku, tanpa basa-basi Ria memegangnya dan
membimbingnya untuk masuk ke dalam liang senggama miliknya Ria, langsung saja
kutepis dan tidak jadi barang tersebut masuk ke lubang kemaluan Ria. “Eh,
jangan dong kalau buat yang satu ini, soalnya gue belum pernah ngelakuinnya…”
ujarku polos. “Ngapain kita udah bugil gini kalau kita tidak ngapa-ngapain,
mendingan tadi kita tidak usah buka pakaian segala,” ujar Ria dengan nada
tinggi.  Akhirnya aku diam dan aku hanya
menempelkan kemaluanku di permukaan kemaluan Ria tanpa memasukkanya. “Begini
aja ya…?” ujarku dengan nada polos. Ria hanya mengangguk dan begitu terasanya
kemaluanku bergesek di bibir kemaluan Ria tanpa dimasukkan ke dalam lubang
vaginanya milik Ria, aku hanya memegang kedua buah pantat Ria yang montok dan
secara sembunyi-sembunyiaku menyentuh bibir kemaluan Ria, lama kami hanya
bergesekan dan tanpa kusadari akhirnya kemaluanku masuk di dalam kemaluan Ria
dan Ria terus-terusan menggoyang pantatnya naik-turun.Aku kaget dan bercampur
dengan ketakutan yang luar bisa, karena keperawanan dalam hal ML yang aku jaga
selama ini akhirnya hilang gara-gara anak SMU.

Padahal sebelum-sebelumnya sudah ada yang mau menawari juga
dan dia masih perawan lebih cantik lagi aku tolak dan sekarang hanya dengan
anak SMU perjakaku hilang.  Lama aku
berpikir dan sedangkan Ria hanya naik-turun menggoyangkan pentatnya semenjak
aku melamun tadi, mungkin dia tersenyum puas melihat apa yang baru dia lakukan
terhadapku. Yach, kepalang tanggung sudah masuk, lagi nasi sudah jadi bubur
akhirnya kugenjot juga pantatku naik-turun secara berlawanan dengan yang
dilakukan Ria, dan bunyilah suara yang memecahkan keheningan, “Cplok.. cplok…
cplok…” Ria mendesah kenikmatan karena kocokanku yang kuat dilubang vaginanya.
Lama kami berada di posisi tersebut, yaitu aku di bawah dan dia di
atas.akhirnya aku mencoba mendesak Ria agar dia mau mengganti posisi, tapi
dorongan tangannya yang kuat membatalkan niatku, tapi masa sih aku kalah sama
cewek, pikirku. Kudorong ia dengan sekuat tenagaku dan akhirnya kami berada di
posisi duduk dan kemaluanku tetap berdiri kokoh tanpa dilepas. Ria tanpa
diperintah menggerakkan sendiri pantatnya, dan memang enak yah gituan, pikirku
dalam hati. Tapi sayang tidak perawan. 
Akhirnya kudorong lagi Ria agar dia tiduran telentang dan aku ingin
sekali melihat kemaluanku yang besar membelah selangkangan kemaluan Ria, makanya
aku sambil memegang batang kemaluanku menempelkannya di lubang kemaluan Ria dan
“Bless…” amblaslah semuanya. Kutekan dengan semangat “45″ tentunya karena nasi
sudah hancur. Kepalang tanggung biarlah kuterima dosa ini, pikirku. Dengan
ganasnya dan cepat kuhentakkan kemaluanku keras-keras di lubang kemaluan Ria
dan kembali bunyi itu menerawang di ruangan tersebut karena ternyata lubang
kemaluan Ria telah banjir dengan air pelumasnya disana, aku tidak tahu pasti
apakah itu spermanya Ria, apakah hanya pelumasnya saja? dan Ria berkata, “Loe..
udah keluar ya…?” ujarnya. “Sembarangan gue belom keluar dari tadi..?” ujarku
dengan nada ketus. Karena kupikir dia mengejekku karena mentang-mentang aku
baru pertama kali beginian seenaknya saja dia menyangka aku keluar duluan.

Akhirnya lama aku mencumbui Ria dan aku ingin segera mencapai puncaknya.  Dengan cepat kukeluarkan kemaluanku dari lubang kemaluannya dan kukeluarkan spermaku yang ada diperutnya Ria, karena aku takut kalau aku keluarkan di dalam vaginanya aku pikir dia akan hamil,kan berabe. Aku baru sekali gituan sama orang yang yang tidak perawan malah disuruh tanggung jawab lagi. Gimana kuliahku! Ria tersenyum dengan puas atas kemenangannya menggodaku untuk berbuat tidak senonoh terhadapnya. Huu, dasar nasib, dan semenjak saat itu aku sudah mulai menghilangkan kebiasaaan burukku yaitu onani, dan aku tidak mau lagi mengulang perbuatan tersebut karena sebenarnya aku hanya mau menyerahkannya untuk istriku seorang. Aku baru berusia 21 tahun saat ini. Aku nantikan keritik dan saran dengan apa yang terjadi denganku saat inidan itu membuatku shock . Demikianlah cerita seks panas SAHABAT ISTRIKU dan KENAKALAN ANAK SMA oleh cerita sex hot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *